Jejak Warna di Tengah Hujan: Kisah Kami Menjuarai Lomba Mural Bojonegoro

 Jejak Warna di Tengah Hujan: Kisah Kami Menjuarai Lomba Mural Bojonegoro




Saya, bersama dua teman saya, Rea dan Ilham, baru saja melewati pengalaman luar biasa yang tak akan terlupakan selama masa SMA kami. Kami mengikuti lomba mural yang diadakan oleh salah satu instansi dalam rangka Pekan Seni Kerakyatan Bojonegoro. Perlombaan ini memberikan pelajaran berharga sekaligus menjadi kenangan manis, terutama karena perjalanan kami menuju kemenangan tidaklah mudah.

Awalnya, kami mendapat informasi tentang lomba ini dari sekolah. Sayangnya, kabar tersebut datang cukup terlambat sehingga kami hanya memiliki waktu tiga hari untuk melakukan persiapan. Meski begitu, kami tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan segera menyusun konsep mural yang unik dan bermakna. Dengan waktu yang singkat, kami bekerja keras menyelesaikan segala persiapan, mulai dari desain hingga pengumpulan perlengkapan.

Hari perlombaan tiba, dan kami bersemangat meski sedikit gugup. Perlombaan berlangsung di halaman Gedung Serba Guna Bojonegoro, yang merupakan area outdoor. Kami diberi media berupa tembok berukuran 2x1,5 meter dan waktu selama 12 jam untuk menyelesaikan mural kami. Saat memulai, suasananya terasa menyenangkan, penuh antusiasme dari para peserta dan panitia.

Namun, tantangan besar segera datang. Hujan turun deras, tidak hanya sekali, tetapi tiga kali sepanjang perlombaan. Beberapa bagian mural kami terkena air hujan sehingga catnya luntur. Saat itu, perasaan frustrasi sempat menyelimuti kami, apalagi kami harus mengulang mengecat beberapa bagian mural yang rusak. Meski begitu, kami tidak menyerah. Kami saling menyemangati untuk terus maju, memperbaiki mural kami sebaik mungkin.

Kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil yang tak terduga. Ketika pengumuman pemenang dilakukan, kami dinyatakan sebagai juara 1! Perasaan bahagia bercampur haru langsung menyelimuti kami. Rasanya, semua perjuangan, termasuk melawan keterbatasan waktu dan tantangan cuaca, terbayar lunas.

Kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang mendukung penuh partisipasi kami dalam lomba ini, baik secara moral maupun fasilitas. Dukungan dari keluarga kami juga menjadi motivasi besar yang membuat kami semakin yakin untuk memberikan yang terbaik.

Pengalaman ini bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga tentang bagaimana kami belajar menghadapi tekanan, bekerja sama sebagai tim, dan tidak menyerah meski tantangan datang bertubi-tubi. Ini adalah kenangan indah yang akan selalu kami ingat sebagai bagian dari masa SMA kami yang sebentar lagi usai.


Posting Komentar

0 Komentar