Meninggalkan Jejak di Tembok: Kisah Mural SMAN 1 Bojonegoro

Meninggalkan Jejak di Tembok: Kisah Mural SMAN 1 Bojonegoro



 Melukis Kenangan: Pengalaman Tim Mural SMAN 1 Bojonegoro

Melukis mural di tembok basement SMAN 1 Bojonegoro menjadi salah satu pengalaman paling berharga bagi saya dan tim mural sekolah. Bersama empat teman lainnya, kami diberi tugas istimewa oleh kepala sekolah untuk membuat mural yang menggambarkan identitas sekolah. Tugas ini bukan sekadar proyek seni, tetapi juga bagian dari program "Sekolah Bermural" yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur, di mana setiap sekolah diwajibkan membuat mural hasil karya siswa-siswinya.

Dengan ukuran tembok mencapai 16 meter x 2,5 meter, proyek ini menjadi tantangan yang tidak main-main. Untungnya, pihak sekolah memberikan dukungan penuh, mulai dari perlengkapan melukis hingga waktu untuk menyelesaikan karya ini. Bersama, kami merancang mural yang mampu merepresentasikan SMAN 1 Bojonegoro secara keseluruhan.



Ganesha, Simbol Pengetahuan dan Kebanggaan

Gambar utama dalam mural kami adalah Dewa Ganesha, yang akrab kami sebut Ganeca. Sebagai dewa pengetahuan, Ganesha menjadi simbol yang tepat untuk mencerminkan doa dan harapan bagi SMAN 1 Bojonegoro sebagai tempat menimba ilmu. Dalam mural ini, Ganeca digambarkan sedang memegang berbagai benda yang mewakili ekstrakurikuler yang ada di sekolah, seperti seni rupa, musik, olahraga, baris-berbaris, olimpiade, teater, dan lainnya.

Di sisi kanan dan kiri Ganeca, kami menampilkan lebih banyak ilustrasi kegiatan ekstrakurikuler. Setiap elemen dalam mural ini dirancang untuk menunjukkan keberagaman dan kekayaan kegiatan yang dimiliki SMAN 1 Bojonegoro. Warna-warna cerah dan dinamis menjadi ciri khas mural ini, mencerminkan semangat siswa-siswi yang selalu antusias dan penuh energi.



Proses Kreatif yang Penuh Makna

Melukis mural ini tentu bukan hal yang mudah. Selama beberapa minggu, kami bekerja keras menyelesaikan mural ini di tengah-tengah kesibukan kami sebagai siswa kelas 12. Jadwal yang padat tidak menghalangi kami untuk mengerahkan yang terbaik. Ada saat-saat di mana kami merasa lelah, tetapi semangat kebersamaan selalu menjadi penguat.

Selain tantangan teknis, pengalaman ini juga menjadi momen belajar yang luar biasa. Kami saling bertukar ide, belajar mengelola waktu, dan mengenal teknik-teknik baru dalam melukis. Setiap goresan kuas membawa cerita, setiap warna yang kami pilih merefleksikan kebanggaan kami sebagai bagian dari SMAN 1 Bojonegoro.

Kenangan Tak Terlupakan

Sebagai siswa kelas 12, proyek ini memiliki makna yang lebih mendalam. Kami sadar bahwa waktu kami di sekolah ini tidak akan lama lagi. Mural ini menjadi kenang-kenangan yang akan selalu terpatri, tidak hanya di tembok basement sekolah, tetapi juga di hati kami. Ini adalah warisan kecil yang kami tinggalkan untuk adik-adik kelas, sekaligus sebagai bukti bahwa kami pernah menjadi bagian dari sejarah sekolah.

Melalui mural ini, kami tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga tentang kerja tim, tanggung jawab, dan pentingnya meninggalkan jejak yang bermakna. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan, menceritakan, dan menginspirasi. Sebuah kenangan indah yang akan selalu kami bawa ke mana pun kami pergi.

Posting Komentar

0 Komentar